Mungkin memang terdengar tidak biasa menghubungkan payung dengan sikat gigi. Walaupun cuaca buruk tidak secara langsung merusak gigi, curah hujan yang tinggi memiliki dampak berantai terhadap kesehatan gigi dan mulut melalui faktor perubahan lingkungan dan perilaku. Oleh karena itu, Kita dituntut lebih teliti dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut selama musim hujan. Berikut adalah beberapa faktor mengapa musim hujan bisa memengaruhi kesehatan gigimu:
- Perubahan Pola Makan (Comfort Food). Saat hujan turun terus-menerus, suhu udara cenderung menurun. Hal ini sering kali memicu keinginan untuk mengonsumsi makanan dan minuman tertentu, seperti:
- Minuman manis & hangat: Teh manis, cokelat panas, atau kopi dengan gula berlebih menjadi pilihan utama untuk menghangatkan tubuh.
- Karbohidrat lengket: Camilan seperti gorengan atau mie instan sering menjadi pendamping saat hujan.
Peningkatan konsumsi gula dan pati memberikan asupan bagi bakteri Streptococcus mutans untuk memproduksi asam yang mengikis email gigi sehingga menyebabkan gigi berlubang.
- Kurangnya Paparan Sinar Matahari (Vitamin D). Curah hujan tinggi biasanya disertai awan mendung yang tebal, sehingga mengurangi paparan sinar matahari (UV). Tubuh membutuhkan sinar matahari untuk mensintesis Vitamin D. Vitamin ini krusial untuk penyerapan kalsium. Kekurangan Vitamin D dapat memperlemah kepadatan tulang rahang dan email gigi, serta meningkatkan resiko penyakit gusi (periodontitis).
- Kelembaban dan Infeksi Jamur. Curah hujan tinggi meningkatkan kelembaban udara secara drastis. Hal ini meningkatkan resiko pertumbuhan jamur dan bakteri, yang dapat mengakibatkan:
- Sariawan (Stomatitis): Lingkungan lembab mendukung pertumbuhan jamur dan bakteri di sekitar kita. Jika daya tahan tubuh menurun akibat cuaca, resiko sariawan atau infeksi jamur di rongga mulut (Oral Candidiasis) cenderung meningkat.
- Kebersihan Sikat Gigi: Sikat gigi yang diletakkan di kamar mandi yang lembab saat musim hujan lebih lama keringnya, menjadikannya tempat berkembang biak bakteri jika tidak disimpan dengan benar.
- Kendala Akses ke Layanan Kesehatan. Hujan lebat yang sering menyebabkan banjir atau kemacetan parah dapat membuat seseorang menunda jadwal pemeriksaan rutin ke dokter gigi. Penundaan ini sering kali mengubah masalah kecil (seperti lubang kecil) menjadi masalah besar (sakit gigi akut atau abses).
Sekarang, Kamu mengetahui tingginya curah hujan dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulutmu. Jadi, jangan biarkan suasana syahdu hujan membuat Kamu malas beranjak dari tempat tidur dan merawat gigi. Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga kesehatan gigi dan mulutmu dimusim hujan:
- Jaga kebersihan gigi dan batasi cemilan manis. Kamu dapat menggantinya dengan kacang-kacangan atau buah segar
- Pastikan sikat gigi disimpan di tempat yang bersih dan memiliki sirkulasi udara yang baik agar cepat kering
- Tetap minum air putih yang cukup meskipun tidak merasa haus, demi menjaga aliran air liur (saliva) yang berfungsi maksimal membilas kotoran dan bakteri di mulut
- Pertimbangkan konsumsi vitamin D jika cuaca mendung berlangsung berhari-hari
- Memilih lokasi klinik gigi yang dekat, mudah diakses, dan terpercaya, sehingga Kamu tidak menunda pemeriksaan rutin karena masalah cuaca buruk
Mencari pelayanan perawatan gigi tidak hanya tentang menemukan lokasi yang sesuai secara letak, tetapi juga melibatkan penilaian kualitas pelayanannya. Kami merekomendasikan Happy Dental Clinic sebagai klinik gigi keluarga Kamu. Kini, Happy Dental Clinic memiliki 34 cabang yang bertempat di mal-mal strategis di seluruh Indonesia. Klinik Kami memiliki dokter gigi umum hingga dokter gigi spesialis yang berpengalaman, sehingga dapat memberikan perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi gigimu. Happy Dental Clinic juga melayani pengguna asuransi, sehingga memudahkan Kamu yang ingin melakukan perawatan gigi secara cashless. Yuk jangan lewatkan beragam promo menarik setiap bulannya.
